Apa itu RBI
Risk Based Inspection (RBI), adalah sistem pembuatan strategi pemeliharaan dan perencanaan inspeksi berdasarkan kemungkinan risiko yang terjadi.Dalam hal lain RBI adalah penilaian risiko dan manajemen proses yang difokuskan pada hilangnya ketahanan peralatan bertekanan pada fasilitas pengolahan karena kerusakan material.
Tujuan RBI
Melihat profil risiko dari semua perlatan statis bertekanan (pressure vessels, tanki, boiler, heat exchanger, PSV, dan piping).
Membuat peringkat risiko dan menyusun skala prioritas perencanaan inspeksi
merancang strategi maintenance dan repair yang tepat
meminimalisasi kegagalan peralatan serta menghindari unplanned shutdown
mengelola program inspeksi, maintenance dan repair (IMR) secara cost effective
Jenjang Kualifikasi RBI
1. Engineer utama (Engineer Fasilitator)
2. Engineer madya (Senior engineer)
3. Engineer muda (Engineer)
Apa itu RCM
Reliability Centered Maintenance (RCM), adalah proses analitis pada equipment kritis untuk menetapkan perawatan terjadwal yang diperlukan untuk mendapatkan kehandalan, operasi, keselamatan aset dan lingkungan.
Mekanisme kerusakan adalah proses secara mikro ataupun makro yang menyebabkan kerusakan material dari waktu ke waktu yang mempengaruhi kondisi sifat mekanik. Mekanisme kerusakan termasuk korosi, serangan kimia, pemuluran (creep), erosi, kelelahan (fatigue), fracture, dan thermal aging.
Tujuan RCM
Memastikan keselamatan, kehandalan, ketersediaan dan menentukan biaya operasi
Melihat profil risiko dari semua peralatan perawatan dinamik (pompa, kompresor, genset,).
Menentukan rencana, strategi dan kegiatan perawatan proaktif berdasarkan tingkat resiko yang ada.
Merancang strategi maintenance dan repair yang tepat.
Meminimalisasi kegagalan peralatan serta menghindari unplanned shutdown; dan
Mengelola program inspeksi, maintenance dan repair (IMR) secara cost effective.
Jenjang Kualifikasi RCM
1. Engineer utama (Engineer Fasilitator)
2. Engineer madya (Senior engineer)
3. Engineer muda (Engineer)
Apa itu AIMS
Asset Integrity Management System (AIMS), adalah sistem yang digunakan untuk memastikan dan menjamin bahwa aset bisa beroperasi dengan aman dan handal sesuai dengan desainnya, mulai dari konsep, manufacturing/fabrikasi dan instalasi, operasi, modifikasi, pemeliharaan sampai decommissioning melalui analisa resiko dan inspeksi teknis
Tujuan AIMS
Memastikan keselamatan, kehandalan, ketersediaan dan menentukan biaya operasi
Melihat profil risiko dari semua peralatan perawatan dinamik (pompa, kompresor, genset,).
Menentukan rencana, strategi dan kegiatan perawatan proaktif berdasarkan tingkat resiko yang ada.
Merancang strategi maintenance dan repair yang tepat.
Meminimalisasi kegagalan peralatan serta menghindari unplanned shutdown; dan
Mengelola program inspeksi, maintenance dan repair (IMR) secara cost effective.
Jenjang Kualifikasi AIMS
1. Engineer utama (Engineer Fasilitator)
2. Engineer madya (Senior engineer)
3. Engineer muda (Engineer)
Apa Itu PIMS
Salah satu fungsi utama dari inspeksi adalah untuk memastikan Kehandalan (reliability), keberadaan (Availability) dan Profitability ( Benefit) dari peralatan operasional industrial plant sehingga dapat menghindari tidak berfungsinya peralatan dan dapat mengakibatkan:
Bencana
Profitabilitas menurun
Hilangnya waktu
Menurunnya produksi
Dan lain-lain
Tetapi pada kenyataannya banyak pemakai / pekerja tidak tahu:
Kapan inspeksi harus dilaksanakan
Daerah mana dan berapa presentasi yang harus dilakukan inspeksi
Jenis inspeksi yang harus dilakukan
Orang yang tepat melakukannya
Bagaimana inspeksi tersebut dilakukan
Sangat kurangnya tenaga kerja Indonesia dibidang pipeline integrity management (PIM) dan masih banyaknya tenaga kerja asing yang bekerja di Indonesia, memerlukan penanggulangan yang serius untuk mengatasi hal tersebut.
Salah satu usaha untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan diadakannya bimbingan teknis yang telah diimplementasikan di beberapa Negara didunia industri minyak dan gas, petrokimia dan industri lainnya.
Tujuan PIMS
Membuat program inspeksi terhadap setiap segmen pada pipeline.
Membuat Strategi pemeliharaan yang efektif dan optimum sesuai dengan program inspeksinya.
Memilih metode Inspeksi yang tepat.
Mengetahui kelemahan sistem PIMS tersebut.
Jenjang Kualifikasi PIMS
1. Engineer utama (Engineer Fasilitator)
2. Engineer madya (Senior engineer)
3. Engineer muda (Engineer)